Gedung DPR untuk anggota DPR?

Februari 7, 2008

Gedung wakil rakyat akan direnovasi dalam tahun ini. Total nilai
renovasi yang sudah disetujui mencapai Rp 40 miliar yang tidak menutup
kemungkinan akan membengkak menjadi Rp 1 triliun.

Renovasi ini salah satu tujuannya adalah membangun gedung atau tower
seperti menara Petronas di Malaysia. Bahkan, setiap ruangan anggota
dewan juga akan dilengkapi kamar mandi dan perpustakaan super lengkap
yang hingga kini belum tersedia. Para wakil rakyat periode mendatang,
tentu akan mendapatkan failititas sama seperti yang dimiliki hotel
berbintang.

Dari pantauan Persda Network, juga sudah ada beberapa fasilitas gedung
Dewan yang baru. Misalnya, para pengendara motor, kini sudah memiliki
jalan tersendiri untuk masuk ke gedung DPR, terpisah dari para
pengendara mobil. Di setiap lantai, persis di depan pintu masuk para
anggota dewan, kini sudah terpasang layar monitor ukuran besar, meski
belum berfungsi. Termasuk, internet dengan kapasitas 8 mega, mesin
faximile di setiap ruangan anggota dewan yang nantinya ditambah lagi
dengan alat-alat canggih untuk membantu kerja para anggota Dewan.

Kepastian akan adanya renovasi gedung dewan ini dipastikan Wakil
Sekjen DPR Nining Indra Saleh. Rencana renovasi gedung dewan ini tidak
lain menjadi bagian sebagai simbol rakyat yang makin sejahtera. Lebih
lengkap dan lebih moderen tentunya. Dana yang sudah disepakati
sementara untuk rencana renovasi gedung DPR sebesar Rp 40 miliar
yang diambil dari anggaran tahun 2007 melalui keputusan rapat Badan
Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR, tahun lalu.

Nining kemudian menjelaskan, renovasi gedung DPR, tidak lain
bertujuan agar kinerja para wakil rakyat lebih fokus dengan dibantu
oleh 5 staf ahli yang kemungkinan lebih leluasa dalam melakukan riset.
Ukuran ruang setiap anggota dewan rencananya 10×10 meter.

Diprotes

Rencana renovasi rumah ini tentunya mendapat protes. Direktur Lingkar
Masyarakat Madani (LIMA) untuk Indonesia, Ray Rangkuti menyayangkan
rencana ini yang dianggapnya belum lah tepat. Apalagi, dengan kondisi
masyarakat, masyoritas masih dalam kesusahan.

“Mau bangun setinggi apapun, sebetulnya tidak masalah. Cuma, waktunya
yang belum tepat untuk saat ini disaaat rakyat yang masih banyak
menderita. Kalau sudah tak ada rakyat yang tak bunuh diri karena
kesusahan, tak mampu bayar sekolah lagi, itu barulah, tidak apa-apa,”
ungkap Ray Rangkuti.

Protes Ray Rangkuti, tentu berdasar alasan. Yang membuat dahi ini
berkerut keheranan, menurut beberapa kalangan DPR yang enggan namanya
disebut saat ditemui Persda Network kemarin menjelaskan, rencana
renovasi gedung DPR ini, sedianya akan dibuat dua tower megah. Di sisi
sisi Utara dan Selatan. Dua tower ini dilengkapi dengan jalan
penghubung. Persis sama seperti gedung Petronas di negara tetangga,
Malaysia. Hebat, tentunya.

“Ini mengkhawatirkan sekali. Padahal, yang dibutuhkan oleh rakyat
adalah para anggota dewan yang memiliki kepedulian. Yang aspiratif,
meski hanya berkantor di gubuk derita. Kenapa sih, para anggota dewan
saat ini tidak ada dalam fikirannya untuk mau berhemat di situasi
seperti sekarang ini,” cetus Ray Rangkuti.

Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPR langsung bereaksi keras dalam hal
ini. Menurut salah satu anggota FKB, Ario Wijanarko rencana ini hanya
akan membuat malu kalangan anggota dewan, sebagai wakil rakyat.
Rencana renovasi ini, tegas Wijonarko sangatlah berlebihan. “Negara
kita kondisinya masih banyak rakyatnya yang susah. Kok tahu-tahu mau
ada rencana renovasi gedung dan akan membuat menara seperti tower
Petronas segala. Kami, anggota dewan, juga baru tahu rencana ini dari
wartawan. Kapan sosialisasinya,” tandas Wijonarko.

“Yang kami butuhkan sebetulnya hanyalah staf ahli saja. Masak mau ada
renovasi segala. Dan yang dibutuhkan rakyat adalah kualitas kerja para
anggota dewan bukan, gedung yang terlihat mewah. Rencana ini hanya
untuk mengutungkan mereka yang mendapatkan proyek saja, tanpa mau
melihat kondisi rakyat sekarang ini,” tandasnya lagi. (Persda
Network/Rachmat Hidayat)


SOEHARTO, HITAM ATAU PUTIH ‘membingungkan’?

Februari 7, 2008

Sepanjang sejarah karir umat manusia, dikenal dua kategori manusia yang
patut dikenang dan dikenal. Dicatat menjadi bagian penting dalam bagian
sejarah yang dicipta untuk diingat generasi mereka dan berikutnya. Tipe
pertama dikenang dan dikenal karena jasa yang pernah diperbuat. Karena
apa yang dilakukan bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya, bagi
negerinya, atau umat manusia. Tipe manusia hebat dalam sisi sudut
pandang yang biasa dilihat manusia, yang berharga yang berbaik jasa.

Tipe kedua, juga orang hebat, dilihat dari perspektif lain sisi
kemanusiaannya. Orang yang berjasa bukan karena membangun, tapi merusak
atau menghancurkan manusia dan hal-hal berhubungan dengan manusia yang
ada di sekitarnya, di negerinya, atau bahkan di bumi raya. Mereka
terlahir sebagai perusuh, pengacau, atau tukang binasa yang ada.
Keberadaan mereka adalah kutukan bagi orang-orang yang bertentangan
dengan mereka.

Yang pasti hanya orang-orang hebatlah yang patut dimasukkan dalam
catatan sejarah umat manusia. Seandainya Superman, Batman, Spiderman,
dan Heroman lainnya benar-benar ada dalam alam nyata, pasti mereka juga
akan masuk ke dalam kategori orang-orang yang patut dikenang. Juga
tokoh-tokoh antagonis yang kerap ingin menghancurkan dunia seperti
Megatron dan Sauron, mereka bisa menjadi bagian dalam catatan itu kalau
memang mereka ada.

Orang-orang yang pernah berjasa pada kita begitu banyak jumlahnya. Di
antara mereka kadang banyak sekali yang tidak pernah ada dalam catatan
sejarah yang pernah dibuat manusia, namun mereka pantas untuk dikenang
seharusnya. Macam pahlawan tak dikenal gitu. Namun di antara
orang-orang yang tak pernah dkenang itu masih ada mereka yang masih
diingat oleh orang-orang sezaman bahkan sampai pada kita. Ingatkah kita
pada Socrates? Banyak di antara kita, apalagi yang suka utak-atik otak
terjun di dunia filsafat pasti mengenal tokoh satu ini. Meskipun dia
meninggal secara tragis dengan meminum racun karena menentang dunia
keabsurdan yang diciptakan kaum sofis di zamannya. Dia tetap dikenang,
kisahnya diabadikan oleh Plato muridnya, dalam buku-buku yang dikarang
anak bangsawan ini.Demikianlah Socrates dikenang, pandangan dan
ajaran-ajarannya menyelamatkannya dari hilang kenang pada dirinya oleh
manusia..

Padahal kalau dilihat ulang, mustahil orang akan mengenang orang-orang
yang 2000 tahun lebih hidup sebelumnya keberadaan mereka, bila ia tidak
berbuat apa-apa yang berguna. Socrates hidup sekitar 400-an tahun
sebelum Yesus ada, luar biasa lama bukan.

Kita juga sampai sekarang tahu bahwa dari gurun-gurun pasir Arab pernah
menjadi tempat laluan yang digunakan anak buah seorang yang bernama
Muhammad, menguasai hampir sepertiga belahan dunia. Muhammad lahir enam
ratus tahun setelah kelahiran Isa, atua 1400-an tahun sebelum kita-kita
lahir. Dia dikenang sebagai salah satu tokoh yang paling berpengaruh
yang pernah dimiliki umat manusia. Di akhir abad 19, kita dikenalkan
pada Newton penemu teori gravitasi, atau juga Albert Einstein penemu
fisika quantum yang menggegerkan dunia exact science. Mereka
tokoh-tokoh besar memiliki andil dalam perkembangan dan kemajuan umat
manusia. Tinta emas patut digoreskan untuk mengenang nama-nama mereka.

Umat manusia juga pernah dibuat kagum, oleh seorang anak kelahiran
Mongol, bernama Jengis Khan. Tempat-tempat yang pernah disinggahinya
tak akan lupa aksi kejammnya, menghancurkan hampir semua yang
ditemuinya. Peran antagonisnyapun diteruskan anak dan cucunya, Kubilai
Khan dan hulaghu Khan. Bahkan orang-orang yang pernah hidup di Bagdad
akan mengingatnya sebagai penghancur peradaban, karena kota itu
diluluhlantahkan oleh anak buahnya, dialah Hulagu Khan. Di zaman
modernpun kita tidak dapat dibuat lupa oleh seorang Jerman bernama
Adolf Hittler, pemimpin Nazi pengibar bendera perang dunia kedua.
Orang-orang Yahudi pasti akan mengingatnya, dan mengenalkan namanya
pada anak cucu mereka sebagai orang yang bertanggung jawab pada kisah
tragis holoucaust yang menelan ribuan nyawa saudara-saudara mereka.
Mereka orang-orang besar yang patut dikenang dan dicatat dengan tinta
hitam sejarah yang dibuat manusia.

Indonesiapun punya tokoh hebat yang patut dikenang, dicatat sebagai
bagian sejarah bangsa ini, atau mungkin juga dunia. Hebatnya lagi tokoh
yang akan dimunculkan ini memiliki dua peran bersebrangan yang menjadi
satu dalam dirinya, membuat pusing harus memakai tinta macam apa
orang-orang harus mencatatnya. Tinta emaskah atau tinta hitam yang
harus dipakai?

Ketika membaca buku berjudul “Neraka Rezim Soeharto” yang baru-baru ini
muncul, kita akan segera ingin bergegas mencatat nama presiden kedua RI
ini dengan tinta hitam yang kita punya. Namun, ketika bangsa ini
mengingat dan kembali sadar bahwa tokoh yang meninggal beberapa hari
lalu ini juga memiliki jasa, urung pula kita menggunakan tinta hitam
itu. Bukankah dia orang besar yang pernah membangun negeri ini, dengan
begitu ia jadi orang yang patut dicatat dalam buku sejarah dengan
menggunakan tinta emas yang biasa menggoreskan nama-nama penuh jasa
lainnya. Namun, lagi-lagi kekejaman dan berbagai macam “kekerasan”
pernah dibuat olehnya. Bagaimana kita mencatatkan namanya dengan tinta
suci itu. Ada pertanggungjawaban moral pada anak cucu kita untuk
mencatatkan ini. Salah sedikit kita bisa-bisa menipu mereka, menipu
orang-orang setelah kita. Kita akhirnya dibuat geleng-geleng kepala,
tak tahu harus berbuat apa menatap dua tinta di depan mata.

Sumber dari: Masdar Online <onlinemasdar@yahoo.com>