Sepanjang sejarah karir umat manusia, dikenal dua kategori manusia yang
patut dikenang dan dikenal. Dicatat menjadi bagian penting dalam bagian
sejarah yang dicipta untuk diingat generasi mereka dan berikutnya. Tipe
pertama dikenang dan dikenal karena jasa yang pernah diperbuat. Karena
apa yang dilakukan bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya, bagi
negerinya, atau umat manusia. Tipe manusia hebat dalam sisi sudut
pandang yang biasa dilihat manusia, yang berharga yang berbaik jasa.
Tipe kedua, juga orang hebat, dilihat dari perspektif lain sisi
kemanusiaannya. Orang yang berjasa bukan karena membangun, tapi merusak
atau menghancurkan manusia dan hal-hal berhubungan dengan manusia yang
ada di sekitarnya, di negerinya, atau bahkan di bumi raya. Mereka
terlahir sebagai perusuh, pengacau, atau tukang binasa yang ada.
Keberadaan mereka adalah kutukan bagi orang-orang yang bertentangan
dengan mereka.
Yang pasti hanya orang-orang hebatlah yang patut dimasukkan dalam
catatan sejarah umat manusia. Seandainya Superman, Batman, Spiderman,
dan Heroman lainnya benar-benar ada dalam alam nyata, pasti mereka juga
akan masuk ke dalam kategori orang-orang yang patut dikenang. Juga
tokoh-tokoh antagonis yang kerap ingin menghancurkan dunia seperti
Megatron dan Sauron, mereka bisa menjadi bagian dalam catatan itu kalau
memang mereka ada.
Orang-orang yang pernah berjasa pada kita begitu banyak jumlahnya. Di
antara mereka kadang banyak sekali yang tidak pernah ada dalam catatan
sejarah yang pernah dibuat manusia, namun mereka pantas untuk dikenang
seharusnya. Macam pahlawan tak dikenal gitu. Namun di antara
orang-orang yang tak pernah dkenang itu masih ada mereka yang masih
diingat oleh orang-orang sezaman bahkan sampai pada kita. Ingatkah kita
pada Socrates? Banyak di antara kita, apalagi yang suka utak-atik otak
terjun di dunia filsafat pasti mengenal tokoh satu ini. Meskipun dia
meninggal secara tragis dengan meminum racun karena menentang dunia
keabsurdan yang diciptakan kaum sofis di zamannya. Dia tetap dikenang,
kisahnya diabadikan oleh Plato muridnya, dalam buku-buku yang dikarang
anak bangsawan ini.Demikianlah Socrates dikenang, pandangan dan
ajaran-ajarannya menyelamatkannya dari hilang kenang pada dirinya oleh
manusia..
Padahal kalau dilihat ulang, mustahil orang akan mengenang orang-orang
yang 2000 tahun lebih hidup sebelumnya keberadaan mereka, bila ia tidak
berbuat apa-apa yang berguna. Socrates hidup sekitar 400-an tahun
sebelum Yesus ada, luar biasa lama bukan.
Kita juga sampai sekarang tahu bahwa dari gurun-gurun pasir Arab pernah
menjadi tempat laluan yang digunakan anak buah seorang yang bernama
Muhammad, menguasai hampir sepertiga belahan dunia. Muhammad lahir enam
ratus tahun setelah kelahiran Isa, atua 1400-an tahun sebelum kita-kita
lahir. Dia dikenang sebagai salah satu tokoh yang paling berpengaruh
yang pernah dimiliki umat manusia. Di akhir abad 19, kita dikenalkan
pada Newton penemu teori gravitasi, atau juga Albert Einstein penemu
fisika quantum yang menggegerkan dunia exact science. Mereka
tokoh-tokoh besar memiliki andil dalam perkembangan dan kemajuan umat
manusia. Tinta emas patut digoreskan untuk mengenang nama-nama mereka.
Umat manusia juga pernah dibuat kagum, oleh seorang anak kelahiran
Mongol, bernama Jengis Khan. Tempat-tempat yang pernah disinggahinya
tak akan lupa aksi kejammnya, menghancurkan hampir semua yang
ditemuinya. Peran antagonisnyapun diteruskan anak dan cucunya, Kubilai
Khan dan hulaghu Khan. Bahkan orang-orang yang pernah hidup di Bagdad
akan mengingatnya sebagai penghancur peradaban, karena kota itu
diluluhlantahkan oleh anak buahnya, dialah Hulagu Khan. Di zaman
modernpun kita tidak dapat dibuat lupa oleh seorang Jerman bernama
Adolf Hittler, pemimpin Nazi pengibar bendera perang dunia kedua.
Orang-orang Yahudi pasti akan mengingatnya, dan mengenalkan namanya
pada anak cucu mereka sebagai orang yang bertanggung jawab pada kisah
tragis holoucaust yang menelan ribuan nyawa saudara-saudara mereka.
Mereka orang-orang besar yang patut dikenang dan dicatat dengan tinta
hitam sejarah yang dibuat manusia.
Indonesiapun punya tokoh hebat yang patut dikenang, dicatat sebagai
bagian sejarah bangsa ini, atau mungkin juga dunia. Hebatnya lagi tokoh
yang akan dimunculkan ini memiliki dua peran bersebrangan yang menjadi
satu dalam dirinya, membuat pusing harus memakai tinta macam apa
orang-orang harus mencatatnya. Tinta emaskah atau tinta hitam yang
harus dipakai?
Ketika membaca buku berjudul “Neraka Rezim Soeharto” yang baru-baru ini
muncul, kita akan segera ingin bergegas mencatat nama presiden kedua RI
ini dengan tinta hitam yang kita punya. Namun, ketika bangsa ini
mengingat dan kembali sadar bahwa tokoh yang meninggal beberapa hari
lalu ini juga memiliki jasa, urung pula kita menggunakan tinta hitam
itu. Bukankah dia orang besar yang pernah membangun negeri ini, dengan
begitu ia jadi orang yang patut dicatat dalam buku sejarah dengan
menggunakan tinta emas yang biasa menggoreskan nama-nama penuh jasa
lainnya. Namun, lagi-lagi kekejaman dan berbagai macam “kekerasan”
pernah dibuat olehnya. Bagaimana kita mencatatkan namanya dengan tinta
suci itu. Ada pertanggungjawaban moral pada anak cucu kita untuk
mencatatkan ini. Salah sedikit kita bisa-bisa menipu mereka, menipu
orang-orang setelah kita. Kita akhirnya dibuat geleng-geleng kepala,
tak tahu harus berbuat apa menatap dua tinta di depan mata.
Sumber dari: Masdar Online <onlinemasdar@yahoo.com>