Cari Suami Baru, Nenek 107 Tahun Merambah Facebook

September 15, 2009

1014153967-cari-suami-baru-nenek-107-tahun-merambah-facebookUsaha Tok Wook, nenek berusia 107 tahun, mencari suami untuk pernikahan ke-23 kalinya terus berlanjut. Kali ini pencarian merambah ke dunia maya.

Seperti dilansir The Star, Selasa (15/9/2009), wakil rakyat dari Kuala Berang, Zawawi Ismail, mengatakan dirinya akan membuatkan akun facebook bagi Tok Wook.

“Dia adalah konstituen saya, maka dari itu, telah menjadi tanggung jwab saya untuk membantunya,” kata Zawawi kepada The Star, Senin (14/9/2009) kemarin.

Bagaimnapun juga, Zawawi mengingatkan Tok Wook untuk tetap mematuhi ajaran Islam jika dia ingin menikah lagi.

Tok Wook, yang memiliki nama lengkap Mek Wok Kundor, berencana untuk mencari suami baru jika suaminya Mohd Noor Che Musa (37) tidak kembali padanya seusai menjalani rehabilitasi narkoba di Kuala Lumpur.

Sumber: Detikdotcom


Buka bersama kantor Majalah Info Franchise

September 11, 2009

pesona-buka-puasa-ramadhan_1329_lBertempat di Resto Pantai Gading, Jl. Boulevard Barat Raya Blok LA 1 No. 1 Kelapa Gading Permai digelar buka puasa kru majalah info franchise bersama komisaris dan manajemen. Sejatinya, acara ini adalah acara rutin yang dilakukan di sepertiga akhir bulan Ramadhan dan ini adalah kali keempat sejak berdirinya Majalah Info Franchise empat tahun silam.

Tujuan dari acara ini sebagai mana disampaikan Bapak Tri Raharjo, Pimred dan juga Pimpinan Perusahaan Majalah info franchise adalah untuk mempererat tali silaturrahim, melepas penat setelah sekian lama dideru kesibukan mesin perusahaan yang tak henti berputar. Dan ini lanjut Tri, adalah bagian dari budaya baik yang harus terus dilestarikan.

Meski agenda acara cukup sederhana tapi ternyata benar kata pepatah yunani kuno “simplicity is beautiful” sedarhana itu indah. Tak ubahnya seorang gadis desa yang alami nan sederhana ternyata disanalah letak kecantikan dan keindahan sesungguhnya berada.

Menu makanan dan resto ala tradisional dan berbau sunda ternyata masih mendapat tempat dihati seluruh kru majalah franchise. Jika sebelumnya Sari Idaman dan resto munik di bilangan matraman, kini Resto Pantai Gading yang menyediakan menu seafood dan beberapa menu tradisional menjadi pilihan.

Tidak kurang dari 23 dari 26 kru majalah yang hadir dalam acara itu bersuka ria, bercanda tawa dengan dandanan ala lebaran. Berjilbab untuk wanitanya dan berbaju koko serta ada yang berpeci bak penjaga pintu tol yang hanya berpeci di bulan ramadhan menjadi kesan tersendiri bagi kami keluarga besar majalah. (hahaha kidding kang Arif)

Acara kami cukup simple berkumpul di rumah makan, menunggu azan lalu buka puasa, melahap segalanya yang tersedia di meja makan. Eiitt tunggu dulu ada yang sangat menarik dan ini adalah inti dari acara buka puasa tentunya. Apa itu? Siraman rohani. Siraman rohani sambil menunggu azan magrib kali ini terasa sangat istimewa. Pasalnya, kali ini Kami kedatangan ustadz baru yang sudah dengan persiapan matang siap memberikan tausiyah, wejangan dan nasehat agama kepada kita semua. Beliau Tak lain adalah Al-Ustazd Abdul Aziz Al-Bukhori, yang kami datangkan langsung dari dusun Babelan, sebuah desa terpencil di bilangan Bekasi.

Al-Ustazd Abdul Aziz Al-Bukhori, yang diganti namanya oleh MC Al-Ustazd H. Naifin guru dari Pitung Alias Kang Arief Tasrifin (Komandan marketing) khusus untuk acara sore itu sesungguhnya bernama Aziz Fahmi Hidayat. Dan dia adalah Reporter bontot di divisi redaksi majalah info franchise. Ustazd yang kesehariannya meliput berita seputar franchise, BizzOpp dan lisensi ini adalah juga pengkhutbah jumat dan hari raya besar agama Islam. Bakat berceramah ternyata diturunkan dari sang Ayah yang juga adalah Ustazd yang biasa berceramah dari masjid ke masjid.

Dengan bekal keilmuan yang diperolehnya dari sebuah pesantren di Bilangan Tangerang. Ustazd Abdul Aziz Al-Bukhori tampak lihai dalam menguraikan isi ceramah yang disampaikannya. Dalam kesempatan itu Al-Ustadz membahas sebuah hadits nabi yang berbunyi “Izdaa maatabnu adam, inqothoa amaluhu illa min tsalatsin. Shodaqotin jariyatin, aw ‘ilmin yuntafau bihi, aw waladin yad’uulah.”

Artinya, lanjut Ust. Abdul Aziz Al-Bukhori Al-Depoki, bahwa jika meninggal anak adam (manusia) maka terputuslah semua amal (perbuatannya) kecuali tiga perkara (yang masih akan memberikan efek). Pertama, adalah sedekah yang pahalanya terus mengalir. Kedua, Ilmu yang bermanfaat (ilmu yang kembali diajarkan kepada orang lain dan membawa kebaikan) dan Anak sholeh yang selalu mendoakan orang tuanya.

Paparan yang cukup singkat itu (namanya juga kultum, kuliah tujuh menit, masa lama-lama, dosa dong karena boong) Ustazd Aziz Al Depoki menekankan akan pentingnya sedekah. Esensi dari sedekah adalah berbagi atau sharing bahasa kerennya mah. Tak salah bila Ibnu Kholdun dalam kitabnya Al-mukaddimah menyatakan bahwa manusia adalah makhluk social, artinya manusia tidak bisa hidup sendiri. Tanpa pertolongan orang lain manusia tidak bisa berbuat apa. Maka selain sedekah berdimensi social dari sisi reliji sedekah juga berarti beribadah dan dibalik itu ternyata dengan bersedekah ada banya sekali keajaiban yang didapat bersangkutan.

Ibaratnya, kata Ustadz Abdul Aziz Al-Bukhori Al Depoki sedekah itu deposit atau menabung dimana akan ada ganjaran dan balasan. Bukan hanya ganjaran pahala yang bersifat abstrak yang baru didapat hasilnya dikehidupan kelak, tapi balasan langsung dan nyata.

Hal ini sebenarnya telah Tuhan sinyalir dalam kitab sucinya bahwa mereka yang bersedekah akan diganjar langsung pahalanya dan bahkan diliptakan gandakan sepuluh kali lipat. Bukan bualan dan omong kosong ternyata, sembari menyakinkan Ust. Aziz El-Depoki bercerita tentang kisah nyata yang dialaminya dari berdesedekah. Singkat cerita, Uang yang dia keluarkan untuk membeli pakaian seorang anak jalanan yang kehabisan ongkos untuk pulang ke kampung halamannya di bilangan bogor. Sementara dia sendiri kehabisan ongkos dan hanya pas untuk naik angkot, dengan keyakinan dan keikhlasan untuk membantu orang yang sedang kesusahan akhirnya tanpa ragu ia berikan uang itu sebesar Rp5000, ternyata Tuhan punya kuasa uang itu berubah menjadi Rp1500000, yang datang dari pemberian orang yang tak diduga. Subhanallah Tuhan Maha Pemurah dan Penyayang.

Selang beberapa saat adzan pun berkumandang. Allahu akbar, allahu akbar…… hingga selesai. Makan-makan pun dimulai hmmmmmm rasanya nikmat sekali. Lagi-lagi benar hadits nabi yang menyatakan bahwa ada dua kenikmatan bagi orang yang berpuasa. Satu, kenikmatan dikala berbuka dan dua kenikmatan nanti tatkala bertemu Tuhannya.

Ust. Aziz pun memimpin doa berbuka. Ada yang lucu dari Ust. Aziz El-Deproki saat memimpin doa berbuka. Pasalnya, bukannya doa berbuka yang dibaca Allahumma lakashumtu … tapi malah doa niat berpuasa yang dibaca Nawaitu shouma ghoddin… sontak seluruh kru yang ada tertawa dan cepat-cepat meralat. Akhirnya kita semua terhibur, tertawa sambil menikmati lezatnya hidangan yang telah sejak setangah jam lalu meraung-raung dan teriak minta disantap oleh hamba Allah yang berpuasa ini, mantap, nikmat dan lezat hhhmmmm.

Unfornately dan sayangnya buka puasa bersama Komisaris, Manajemen dan kru majalah info franchise kali ini terasa ada yang kurang. Karena, dua orang komisaris kita Bapak Antony Indra yang akrab dipanggil Pak Tony dan Bapak Yohannes Purnama alias Pak Yo tidak dapat hadir. Berhalangan mereka karena Pak Toni anaknya sedang sakit dan ketidakhadiran Pak Yo karena sedang ada urusan bisnis di Bandung.

Untuk Pak Toni semoga anaknya cepat sembuh ya Pak dan untuk Pak Yo semoga segala urusan bisnisnya lancar En jangan lupa traktirannya.. ha ha ha ha kidding sir. :d

Sementara Bapak Tri Raharjo Pimred dan Ibu Susilowati Ningsing BM, telat hadir karena terjebak macetnya jalan ibu kota Jakarta, hingga akhirnya mereka hadir setelah azdan berkumandang. Namun demikian kesakralan acara tetap berlangsung dibawah monitoring dan kontroling Bapak Rofian Al Akbar Redpel kami dan Kang Arief Tasrifin Coordinator AE, Mas Akbar yang sore itu hadir dengan busana koko laiknya seorang Ustazd, hingga gelar ustad pun melekat saat itu. Subhannallah Ustadz Akbar panggilan yang indah. Hahahaha kidding bos. Sementara, Kang Arief Berpakaian Koko putih dan berpeci layaknya Pejabat KUA yang siap menikahkan orang… Lanjutkan Kang Arif.. Konon kabarnya kang arif ini baru kali itu sejak ….? memakai baju koko dan baju itu sengaja iya siapkan untuk acara tersebut, namun Tuhan berkehendak lain ternyata Sang Ustadz tidak berhalangan hingga job berceramah pun tak didapat … hahaha

Akhirnya, acara yang diorganise oleh sahabat Rani Mukherjee pun terbilang sukses. Rani Mukherjee alias Rhany Widiyanti adalah sekretaris redaksi sekaligus coordinator event organizer, jabatan double biasa disandangnya. Sementara malam itu Rhany yang memang terlihat seperti india, karena darah pakista mengalir dalam tubuhnya dengan dibalut kerudung warna-warni yang melilit lehernya, menarik si murah senyum Jaziri alias gepeng untuk memanggilnya dengan nama Rani Mukherjee. haha nama yang Indah, seindah namanya kah ia???

Adapun teman-teman lain yang hadir dan turut “memperkeruh” suasana hingga terkesan romantis, ceria dan menghibur malam itu adalah Saudari Dini alias mumun seksi alias dindun, Fitri sirkulasi alias si pirang, widia alias ustazdah neneng, Nur alias naomihara, Wulan alias balqis alias mamah dedeh, Fitri Accounting alias efrite alias tante alias bunda. Dan disisi kiri ada Japur alias jenggo alias pepih, David alias si putih alias daon seledri, Aziz alias ust. Al-bukhori, Zaziri alias gepeng, Ahmad Al-khudori alias amet alias si pahit lidah, Dede alias si lambret. Dan penulis sendiri (biar adil) Majid alias Unyil… Hahahahaha

Salam dan sampai jumpa di buka puasa tahun depan Insyaallah.
Doaku selalu untukmu.
Amieeeen….